Natar, Lampung | 10 Januari 2026
Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) secara resmi memulai kegiatan kebudayaan Bakar Batu yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah, Natar, Provinsi Lampung, pada Jumat, 10 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya, refleksi, dan penguatan solidaritas mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Sumatera. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 115 peserta, yang terdiri dari anggota KOMPASS, perwakilan mahasiswa, serta tamu undangan.
Kegiatan ini turut dihadiri tamu VIP, di antaranya Ketua Umum Pengurus Pusat PMKRI, Ibu Susana Florinka Marianti Kandaimu, serta perwakilan dari PT Freeport Indonesia, Bapak Arlan, yang menunjukkan dukungan terhadap upaya penguatan sumber daya manusia Papua melalui pendekatan budaya dan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Bakar Batu tidak hanya dimaknai sebagai ritual adat, tetapi sebagai simbol persatuan, kesetaraan, dan nilai gotong royong yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Papua. Proses memasak bersama, menunggu bersama, dan makan bersama mencerminkan prinsip keadilan sosial dan kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan orang Papua.
Ketua Umum KOMPASS dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa Papua untuk menjaga identitas budaya di tengah ruang akademik, sekaligus membangun kesadaran kritis tentang pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang berangkat dari nilai-nilai lokal.
“Bakar Batu adalah simbol bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia harus dibangun bersama, dengan kesabaran, kejujuran, dan penghormatan terhadap manusia,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran Ketua PP PMKRI menegaskan pentingnya solidaritas lintas daerah dan lintas organisasi dalam mendukung perjuangan mahasiswa Papua, khususnya dalam penguatan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan.
Perwakilan PT Freeport Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Papua yang menjadikan budaya sebagai medium dialog dan pembelajaran, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor industri dalam membangun masa depan Papua yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KOMPASS menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang persatuan mahasiswa Papua se-Sumatera, sekaligus menjadi jembatan antara budaya, pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan.
Papua hidup.
Mahasiswa Papua bersatu.
KOMPASS terus bergerak.
lampiran


Editor :Anderian Kamo
Photo : Kamo