Sumatera — Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) mengadakan Rapat Peningkatan Badan Pengurus Pusat (BPP) KOMPASS secara daring pada Jumat, 30 Januari 2023, pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 23 orang pengurus BPP KOMPASS dan menjadi ruang konsolidasi penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat kapasitas kepemimpinan organisasi.
Rapat upgrade ini mengusung tema “ Membaca Jejak Perjuangan, Menulis Arah Kepemimpinan KOMPASS yang Progresif dan Berkelanjutan”, sebagai refleksi atas perjalanan organisasi sekaligus penegasan arah gerak KOMPASS ke depan.
Anderian Kamo sebagai Ketua Kompass Menyampaikan; “Uprading adalah Peningkatan dari pergerakan Mahasiswa, mental Heart, dan Tupoksi BPP KOMPASS untuk mendapatkan Gambaran BPP selama kepengurusan 2026/2027 ” dalam Sambutannya
Tiga pemateri utama hadir dalam kegiatan tersebut, yakni: Wahyu Eka Saputra (Pergerakan Mahasiswa), Dominggus Kosamah (Kesehatan Mental), dan Tipran Jikwa (Tugas Pokok dan Fungsi BPP KOMPASS).
Dalam pemaparannya, Tipran Jikwa menegaskan bahwa program kerja yang telah disusun bukan sekadar rencana administratif, melainkan instrumen nyata untuk mewujudkan visi kepemimpinan KOMPASS yang progresif dan berintegritas.
“Sebagai penutup, seluruh rencana program kerja yang telah disusun ini bukan sekadar rangkaian rencana, melainkan instrumen untuk mewujudkan visi kepemimpinan yang progresif, kritis, dan berintegritas. Setiap pengurus dan departemen memegang tanggung jawab penuh untuk melaksanakan minimal satu program konkret demi kemajuan nyata pelajar Papua di Sumatera”, ujar Jikwa.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus menghidupi semboyan organisasi “Sadar, Bangkit, Bersatu, dan Lawan” sebagai prinsip dasar dalam menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, Dominggus Kosamah menekankan pentingnya menjadikan KOMPASS sebagai rumah besar bersama yang hidup di setiap ruang keseharian mahasiswa Papua.
“ Tarulah KOMPASS di pikiran, hati, dada, dan urat nadi, karena KOMPASS ini rumah besar bersama. Jangan lupa bawa isu Papua menjadi diskusi yang menarik di ruang-ruang kecil, tempat kopi, honai, dan sekret. Akhir kata, saya kutip Mother Teresa: lakukanlah hal-hal kecil dengan cinta yang besar,” tutur Kosamah .
Adapun Wahyu Eka Saputra menyoroti peran strategis KOMPASS sebagai organisasi mahasiswa yang harus berpihak pada kepentingan rakyat tertindas serta menjalankan fungsi agent of change dan moral force.
“ Harapannya pengurus KOMPASS mampu membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik dan mampu mengakomodir kepentingan-kepentingan rakyat secara inklusif menuju organisasi yang progresif dan revolusioner. Sebagai mahasiswa, orientasi kita harus pada kepentingan rakyat tertindas, agar KOMPASS benar-benar berdampak positif bagi Papua, Sumatera, dan Indonesia,” tegas Wahyu.
Melalui rapat Upgrading Badan Pengurus Pusat (BPP) ini, KOMPASS menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak bagi pelajar dan masyarakat Papua, Sumatera diri wilayah Sumatera.
Kegiatan ditutup dengan seruan semangat bersama; Sadar, Bangkit, Bersatu, dan Lawan KOMPASS — Gas Terus, Papua Merdeka