Sumatera Barat — Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mewakili Badan Pengurus Pusat (BPP) KOMPASS, melakukan pertemuan dialogis bersama Himpunan Mahasiswa Papua Sumatera Barat (HIMAPA Sumbar) pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 19.00 WIB.
Dalam pertemuan tersebut, Anderian Kamo secara terbuka meminta kritik, saran, dan masukan dari seluruh anggota HIMAPA SUMBAR sebagai bahan evaluasi dan penguatan arah gerak KOMPASS ke depan, khususnya dalam membangun konsolidasi mahasiswa Papua di wilayah Sumatera .
“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk kritik dan masukan. Semua yang disampaikan oleh HIMAPA Sumbar sangat membantu saya dalam menjalankan roda organisasi KOMPASS agar lebih baik dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa Papua,” ujar Anderian Kamo.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran seluruh anggota HIMAPA SUMBAR dalam proses diskusi tersebut, sebagai wujud partisipasi aktif dan tanggung jawab kolektif dalam membangun masa depan organisasi serta perjuangan mahasiswa Papua di perantauan.

Ketua Umum HIMAPA Sumbar, Ricky Yare, dalam berbagai acaranya menyampaikan penghargaan atas langkah Ketua Umum KOMPASS yang turun langsung ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan basis mahasiswa Papua di Sumatera, termasuk ke HIMAPA Sumbar.
“Kunjungan Ketua Umum KOMPASS bersama jajaran BPP 2026/2027 ke HIMAPA Sumbar merupakan hal baru dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan keseriusan kepemimpinan KOMPASS dalam merangkul basis-basis mahasiswa Papua,” ungkap Ricky Yare.
Sementara itu, salah satu anggota HIMAPA Sumbar, Ronaldo Douw, menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata dari visi kolaborasi yang selama ini digaungkan KOMPASS.
“Kolaborasi bukan hanya konsep, tetapi hadir melalui pertemuan langsung seperti ini menyelam dan bangkit bersama demi masa depan bangsa Papua,” ujarnya.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan eksistensi KOMPASS sebagai wadah besar mahasiswa Papua se-Sumatera yang berjalan berdampingan dan saling menguatkan dengan organisasi-organisasi lokal seperti HIMAPA Sumbar.
Secara ontologis, kehadiran KOMPASS dimaknai sebagai ruang kolektif yang mengikat solidaritas, kolaborasi, dan perjuangan mahasiswa Papua di tanah rantau.
Melalui dialog terbuka ini, KOMPASS berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan demi memperkuat gerakan mahasiswa Papua yang kritis, progresif, dan berintegritas di Sumatera.