Palembang, 13 – 15 Februari 2026. Musyawarah Besar (MUBES) Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPAS) tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi dan penegasan arah organisasi baru. Mengusung tema; “Mempererat Kebersamaan untuk Membangun KOMPAS yang Lebih Solid dan Berintegritas” , forum organisasi tertinggi ini menekankan pentingnya reformasi internal dan penguatan nilai-nilai dasar organisasi.
MUBES yang digelar di Palembang tersebut membahas laporan pertanggung-jawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya, evaluasi program kerja, hingga pemilihan ketua baru secara demokratis. Refleksi dinamis yang mencerminkan partisipasi aktif anggota serta kesadaran kolektif untuk memperbaiki tata kelola organisasi agar lebih transparan dan akuntabel.
Ketua Demisioner KOMPAS, Alfian Tebai, dalam Segalanya menegaskan bahwa keinginan organisasi tidak bisa dilepaskan dari komitmen bersama menjaga integritas.
“Organisasi ini dibangun atas dasar solidaritas dan kebersamaan. Siapapun yang memimpin harus mampu menjaga nilai-nilai itu dan berani melakukan pembenahan jika ada kekurangan,“ katanya.
Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, Nis Murib resmi terpilih sebagai Ketua KOMPAS periode selanjutnya. Dalam pidato perdananya, ia menyatakan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan sistem kaderisasi, peningkatan kapasitas anggota akademik, serta penataan administrasi organisasi yang lebih profesional.
“KOMPAS tidak boleh berjalan stagnan. Kita harus berani berbenah, memperkuat solidaritas tanpa perbedaan, serta memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi anggota,” ujar Murib.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berlandaskan prinsip transparansi dan semangat pelayanan. “KOMPAS harus terus berkembang menjadi rumah bersama yang mempersatukan mahasiswa Papua, memperkuat kapasitas akademik, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” tegasnya.
MUBES ini sekaligus menjadi pernyataan sikap bahwa KOMPAS berkomitmen menjaga persatuan mahasiswa Papua di Palembang serta meningkatkan kontribusi nyata di lingkungan kampus dan masyarakat. Organisasi yang solid, menurut para peserta, bukan hanya soal usia dan eksistensi, tetapi soal konsistensi yang menjaga nilai, integritas, dan keinginan kepemimpinan.
Dengan berakhirnya forum tertinggi ini, KOMPAS memasuki babak baru dengan harapan mampu tampil lebih progresif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas anggota secara kolektif.