
Tarutung , Tapanuli Utara – Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, menghadiri secara langsung pertemuan bersama keluarga besar Himpunan Mahasiswa Papua Tapanuli Utara (HIMAPATAU) di Tarutung. Kehadiran ini disambut hangat oleh pengurus, senior , dan anggota aktif sebagai momentum konsolidasi serta ruang penyampaian aspirasi secara terbuka dan kekeluargaan pada hari Rabu, 04/02/2026.,pukul 10:00- selesai.
Ketua Umum HIMAPATAU, Ferdinan Majefat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Ketua Umum KOMPASS di tengah mahasiswa Papua di Tapanuli Utara. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan membumi.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran langsung Ketua Umum KOMPASS di Tarutung. Beberapa periode sebelumnya jarang turun langsung ke PTN atau HIMAPATAU. Kehadiran ini menjadi bukti bahwa komunikasi dan solidaritas organisasi tetap dijaga,” ujar Ferdinan.
Senada dengan itu, perwakilan senior HIMAPATAU menyampaikan rasa bangga karena dapat menyampaikan sejumlah pandangan dan harapan secara langsung kepada pimpinan pusat. Menurutnya, forum tatap muka tersebut menjadi ruang dialog yang selama ini dinantikan.
“Kami bangga karena beberapa hal yang selama ini ingin disampaikan akhirnya bisa langsung kami sampaikan kepada Ketua Umum sekaligus mewakili Badan Pengurus Pusat inti,” ungkap salah satu senior HIMAPATAU.
Beberapa anggota aktif juga menyampaikan bahwa momentum ini sangat berarti, mengingat kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) maupun Natal sering kali bersamaan dengan jadwal perkuliahan sehingga tidak semua aspirasi dapat tersampaikan secara maksimal. Pertemuan tatap muka tersebut dinilai menjadi ruang yang efektif untuk membangun komunikasi dua arah dan memperkuat rasa kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KOMPASS, Anderian Kamo, menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi harus hadir, mendengar, dan merawat solidaritas antaranggota. Ia menyampaikan bahwa perpindahannya ke Padang bukanlah akhir dari pengabdian di wilayah lain, melainkan perluasan tanggung jawab untuk terus menjaga jejaring mahasiswa Papua di Sumatera.
“Kita mungkin berbeda kota, tapi kita satu rumah besar. Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat KOMPASS sebagai ruang perjuangan, komunikasi, dan solidaritas,” tegas Anderian.
Pertemuan tersebut ditutup dengan semangat persaudaraan dan komitmen kolektif untuk terus menjaga nilai-nilai organisasi melalui forum diskusi, konsolidasi, dan penguatan kaderisasi.
Kebersamaan di Tarutung menjadi simbol bahwa KOMPASS dan HIMAPATAU tetap solid dalam semangat persatuan dan perjuangan.
Sadar, Bangkit, Bersatu, dan Lawan.
KOMPASS – Gas Terus!